Minggu, 18 Mei 2025

FENOMENA IRIDESCENT CLOUD (AWAN IRIDESEN)

 


Fenomena iridescent cloud (awan iridesen) terjadi ketika cahaya matahari atau bulan dibelokkan oleh tetesan air kecil atau kristal es di atmosfer yang ukurannya hampir seragam. Proses ini menghasilkan difraksi cahaya, yang memecah cahaya menjadi warna-warna seperti pelangi (biasanya merah muda, hijau, biru, dan ungu) yang terlihat di sekitar tepi awan.


Berikut adalah penjelasan singkat tentang proses terjadinya:

Awan tipis terbentuk pada lapisan tinggi atmosfer, seperti awan cirrus atau altocumulus. Ukuran partikel air atau es dalam awan tersebut hampir seragam.

Cahaya matahari atau bulan masuk dan mengalami difraksi dan interferensi ketika melewati atau menyentuh partikel-partikel kecil itu. Akibatnya, terbentuk warna-warni spektrum di sekitar awan yang terlihat oleh pengamat di bumi.

Fenomena ini biasanya terjadi ketika matahari atau bulan berada di belakang awan tipis, dan sudut pengamatan terhadap sumber cahaya sangat menentukan tampilan warnanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About

GERHANA BULAN

   Gerhana bulan adalah peristiwa ketika Bumi menghalangi cahaya Matahari yang seharusnya mencapai Bulan. Akibatnya, Bulan terlihat redup at...

Cari Blog Ini

Popular Posts

Pages

Blogger news